PEKALONGAN (ICP) – ‘Pemuda Tangkal Radikalisme dengan Pancasila dan Agama’ menjadi tema utama yang dibahas dalam seminar kebangsaan yang diadakan pada Rabu malam, (23/10) di Gedung Serbaguna MAN Insan Cendekia Pekalongan. Para peserta tidak hanya dihadiri oleh siswa dari MAN ICP saja, namun juga dari MAN IC Paser yang datang ke Pekalongan untuk mengadakan studi kolaborasi wawasan . Siswa-siswa yang menjadi peserta menyimak dengan baik materi yang disampaikan oleh Kyai Abu Hasyim Basaiban.

Menyikapi maraknya radikalisme yang mengancam Indonesia, MAN IC Pekalongan mengadakan acara Seminar Kebangsaan untuk para siswa. Diawali dengan pembacaan Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, tujuan yang ingin dicapai ialah memberikan pemahaman dan ‘bekal’ bagi siswa agar tidak terjerumus dalam perilaku maupun paham radikal. Ideologi Pancasila dan mendalami agama dinilai sebagai tameng untuk menangkal gerakan ekstrim radikal. “Qur’an itu ibarat padi, jangan langsung dimakan jika belum menjadi nasi. Nggko dadine yo radikal! Akhirnya akan seperti ISIS dan gerakan-gerakan ektrim yang menyesatkan lainnya,” jelas Kyai Abu Haasyim Basaiban yang menjadi pemateri pada malam itu.

Kegiatan ini dinilai positif dan direspon baik oleh setiap peserta, baik dari MAN IC Pekalongan sendiri sebagai tuan rumah, maupun peserta dari MAN IC Paser. Para siswa nampak antusias dan aktif bertanya sepanjang acara berlangsung. Harapannya, acara Seminar Kebangsaan dapat menjadi salah satu cara menangkal paham-paham radikal yang dapat menjerumuskan pemuda dalam perilaku ekstrem yang dapat membahayakan NKRI.

Sebagai penutup acara kegiatan ini sekaligus rombongan MAN Insan Cendekia Paser berpamitan ditandai dengan penyerahan kenang-kenangan dari MAN Insan Cendekia Pekalongan yang di wakili oleh Wakamad Sarpras ; Ustadz Tapsirudin, M.Pd., kepada Wakamad Humas ; Bapak Ismail,  di lanjutkan dengan bersalam-salaman sebagai rasa kekeluarga diantara para siswa-siswi MAN Insan Cendekia.* (Rep/Ft: Eml)