Pekalongan (ICP) –  Kontingen PMR Wira MAN Insan Cendekia Kota Pekalongan mengikuti kegiatan Jumbara III Kota Pekalongan yang diselenggarakan pada 13-15 September 2019 di Lapangan Bumirejo, Pekalongan. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Jumbara PMR, Ciptakan Pemuda Peduli Sesama”. Kegiatan yang diadakan meliputi kegiatan Jumpa, Bakti dan Gembira. Tujuannya adalah untuk meningkatkan karakter kepalangmerahan & peran serta anggota PMR & dalam penerapan Tri Bakti PMR.

Dalam hal ini, Kontingen MAN Insan Cendekia Kota Pekalongan mengirimkan 13 orang siswa untuk mengikuti perkemahan sekaligus perlombaan. Kontingen pemilik nomor kapling 12 ini banyak mengusung tema tenda tentang kesederhanaan. Hal ini disebabkan karena memang perhiasan tenda yang tidak terlalu mewah, dan persiapan nonmateri yang tidak terlalu matang, membuat kontingen ini mengusung tema tersebut.

Tapi dengan tema kesederhanaan tersebut tidak membuat mereka berputus asa, mereka justru semakin semangat dalam perkemahan tersebut. Dengan Tema Dari Kesederhanaan Menuju Kejayaan mereka juga mengusung motto Mencetak Generasi Muda Calon Pemimpin Masa Depan yang Beriman, Berpikir Cendekiawan, serta Mengutamakan Kesederhanaan.

Tema dan motto tersebut bukan hanya untuk perhiasan tenda, tapi juga untuk peserta Defile Maskot. Sepasang maskot dari kontingen ini memakai hiasan busana yang berasal dari limbah yang berasal dari lingkungan, seperti plastik, juga limbah organik berupa ranting pohon yang digunakan untuk sayap.

Peserta Defile Maskot dan seluruh kontingen PMR Madya dan Wira mengikuti upacara pembukaan kegiatan Jumbara III Kota Pekalongan 2019 (13/9) yang dibuka langsung oleh Walikota Kota Pekalongan, H. M. Saelany Machfudz, S. E. Kegiatan resmi dibuka pada pukul 15.05 WIB dengan penerbangan burung merpati.

Jumbara PMR III Kota Pekalongan 2019 siang (15/9) berakhir dengan diadakannya upacara penutupan sekaligus pengumuman hasil lomba. Terlihat raut-raut muka bahagia dari semua kontingen yang hadir dalam upacara penutupan tersebut.

Kontingen MAN Insan Cendekia Kota Pekalongan contohnya, meskipun di tengah terik matahari yang cukup panas, mereka terlihat bahagia. Hal itu disebabkan karena kejuaraan yang berhasil mereka dapatkan. “Kami benar-benar tidak menyangka atas semua hasil yang kami peroleh, karena sebelumnya persiapan kami benar-benar terbatas akibat dari banyaknya tuntutan belajar di kelas juga tugas-tugas yang diberikan Bapak/Ibu guru yang membuat kami terkadang tidak bisa menyiapkan kebutuhan lomba sepenuhnya,” jelas Yusuf, ketua PMR dari Kontingen MAN Insan Cendekia Kota Pekalongan.

Kontingen tersebut berhasil membawa 6 piala kejuaraan. Kejuaraan yang didapat diantaranya, Juara 1 Pertolongan Pertama, Juara 1 Perawatan Keluarga, Juara 3 Pendidikan Remaja Sebaya, Juara 3 Donor Darah Sukarela, Juara 3 Pameran Foto, dan Juara Kontingen Kategori 2 Peringkat 1.

“Berawal dari kesederhanaan ini, kami merasa cukup puas dengan hasil yang kami dapat. Karena pada awalnya kami merasa pesimis akibat melihat peserta lain yang terlihat begitu siap dalam jumbara tahun ini,” papar Banatul, salah satu peserta dari Kontingen MAN Insan Cendekia Kota Pekalongan. Kembalinya mereka ke madrasah tidak hanya membawa tangan hampa. Mereka menorehkan prestasi yang membanggakan untuk sekolah mereka.(Rep/Ft: Firda)