PEKALONGAN (ICP) – Menindak lanjuti surat masuk tertanggal 30 September 2019 Nomor : 3910/Kk.11.34/4/PP.00/09/2019 tentang penggunaan pakaian batik dalam rangka pekan batik Pekalongan, diputuskan bahwa warga man IC Pekalongan wajib memakai batik dalam seminggu saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dimulai hari Rabu (2/10) sampai Selasa (8/10). Dengan ketentuan, siswa-siswi memakai baju batik dan bawahan seragam biasa. Sedangkan untuk guru dan staf tata  usaha wanita memakai baju batik dan bawahan menyesuaikan. Hal unik adalah bagi guru dan staf TU  pria, yaitu memakai sarung batik. hal itu dianggap unik karena guru tetap mengajar dengan kondisi memakai sarung. Padahal, biasanya dewan guru mengajar dengan pakaian formal.

“Sebagai lembaga Kementerian Agama yang berada di Kota Pekalongan, MAN Insan Cendekia sepatutnya ikut serta meramaikan pekan batik dengan memakai sarung batik pada kegiatan formal agar menjadi tradisi kota santri khususnya di Kota Pekalongan dan umumnya di lembaga lainya.” Tutur Humas ditemui setelah KBM….

Memakai batik berarti menandakan bahwa kita cinta akan budaya Indonesia dan turut melestarikan budaya Indonesia. Permasalahan yang dihadapi masa sekarang adalah takutnya pengakuan dari bangsa lain terhadap batik Indonesia. Oleh karena itu, sebagai generasi bangsa Indonesia kita harus menjaga budaya Indonesia dengan cara mempertahankan kebudayaan itu dan bangga akan budaya itu. (Rep/Ft: Emil)