PEKALONGAN (ICP) – Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa seorang pemimpin yang adil sangat dibutuhkan untuk menjalankan roda pemerintahan dunia. Seorang pemimpin yang adil akan membawa rakyatnya menuju kesejahteraan dan kemakmuran. Oleh karena itu, MAN Insan Cendekia Pekalongan menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di D’ Avsana, Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (18/10) – Sabtu (19/10). LDKS dilaksanakan dalam rangka menciptakan calon-calon pemimpin masa depan dunia.

Kegiatan LDKS diikuti oleh seluruh pengurus OSIS dan MPS MAN Insan Cendekia Pekalongan beserta perwakilan dari Ma’had Al-Adzkiya, Dewan Ambalan, PMR, dan Paskibra dengan jumlah 88 peserta.  Suasana alam di sana masih sangat asri dan lestari membuat para peserta LDKS nyaman saat menginap di sana selama dua hari.

Kegiatan LDKS dibuka langsung oleh Ustadz Mashuri, Kepala MAN Insan Cendekia Pekalongan dilanjutkan dengan materi kepemimpinan berdasarkan Alqur’an dan Hadits. Pada Sabtu pagi, kegiatan LDKS dilanjutkan dengan senam bersama dan yel-yel dari setiap kelompok. Selanjutnya, para peserta bermain game kecil-kecilan yang dipandu langsung oleh Ustad Tapsirudin, yang membuat suasana makin seru dan menyenangkan. Bahkan, ada beberapa peserta yang harus ambyur (menyeburkan diri ke dalam kolam) sebagai hukuman karena kalah saat bermain.

Diselingi coffee break, materi dilanjutkan oleh Ustad Rosyid melalui kegiatan problem solving. Tidak seperti problem solving pada umumnya, pihaknya menampilkan video singkat berbahasa Inggris yang juga penting bagi pemimpin masa depan dunia untuk menguasai bahasa internasional tersebut. Usai Salat Dzuhur, kegiatan LDKS dilanjutkan penyampaian materi dinamika sosial oleh Ustad Ridwan. Dengan beberapa susupan lelucon, materi yang disampaikan pun menjadi tidak membosankan, dan siswa sangat antusias.

Setelah itu, Ustad Farohi mengajak para peserta LDKS untuk bermain game tentang penyampaian pesan. Berbagai kekonyolan terjadi di game tersebut, membuat suasana LDKS penuh dengan tawa dan bahagia.

Usai Salat Ashar, sebenarnya materi akan disampaikan oleh Ustadzah Yossi mengenai persuratan. Sayang sekali, namun yang bersangkutan berhalangan hadir dan digantikan oleh Ustad Farohi. Beliau pun menyampaikan materi mengenai kedisiplinan yang seharusnya dimiliki oleh para pemimpin masa depan dunia. Kemudian, sore menjelang malam itu, kegiatan LDKS pun ditutup oleh Ustad Panca Imam Gutama. Ustad Panca menyampaikan bahwa kegiatan LDKS tidak hanya sekadar didengar dan diingat, melainkan juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari guna menyiapkan pemimpin masa depan dunia.

Di akhir kegiatan, para peserta mendapat pengetahuan dan pengalaman mengenai kepemimpinan melalui kegiatan LDKS tersebut. Dari kegiatan itu diharapkan, mereka dapat menjadi pemimpin masa depan dunia yang adil demi kedamaian dunia. (Rep/Ft: Hnf)