Pekalongan (ICP) – Dalam kesempatan kali ini OSIS MAN Insan Cendekia Kota Pekalongan diberi kesempatan untuk hadir dalam acara Seminar Radikalisme yang berjudul “Pancasila Sebagai Ideologi Penangkal Radikalisme Bagi Pelajar SMA/SMK/MA se-Kota Pekalongan”. Acara ini diadakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Kota Pekalongan dan acara ini berlangsung di aula SMKN 3 Kota Pekalongan. Acara ini pun dihadiri oleh siswa maupun siswi SMA/SMK/MA se-Kota Pekalongan. Acara ini sendiri dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2019 yang mana acara ini diadakan untuk meningkatkan rasa nasionalisme di saat hari kemerdekaan indonesia. Dan hal ini di dukung oleh pemerintah pekalongan karena sudah banyak sekali aksi radikalisme yang sudah muncul di indonesia. Dan di dalam acara ini pemerintah berharap agar siswa dan siswi Kota Pekalongan bisa paham akan bahaya radikalisme.

Dalam acara ini ikut hadir pula ketua KESBANGPOL Kota Pekalongan yaitu Drs. Bambang Sumitro. Acara ini diisi oleh dua narasumber dari Kota Pekalongan yang mana narasumber yang pertama adalah bapak H. Hasan Bisri, beliau merupakan wakil ketua dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Pekalongan. Dan narasumber yang kedua yaitu bapak Yariyanto, SH.Mhum. yang mana beliau adalah dosen dari Universitas Pekalongan (UNIKAL). Acara pun dimulai sekitar jam 09.00 WIB yang mana acara dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan oleh moderator yang memulai dialog antar peserta seminar dengan para narasumber. Untuk narasumber pertama membawakan judul yaitu “Peran Agama Dalam Menanggulangi Radikalisme”. Judul atau makalah pertama ini berisi tentang bagaimana cara menanggulangi radikalisme dengan jalur keagamaan. Dan tentunya narasumber juga menjelaskan bahaya radikalisme dalam hal agama. Radikalisme dalam hal agama memiliki banyak sisi, karena radikalisme itu sendiri tidak hanya meliputi satu agama saja melainkan meliputi seluruh agama yang ada di indonesia. Dan kasus-kasus mengenai radikalisme juga telah banyak tejadi di dunia ini. Misal seperti isis, penembakan muslim di selandia baru, penembakan muslim di salah satu masjid di jerman. Semua itu berdasar atas radikalisme terhadap agama tertentu. Dan oleh karena itu di dalam seminar itu kita di ingatkan untuk menjalankan agama dengan moderat atau memilih menggunakan jalan tengahnya. Dan untuk narasumber kedua membawakan judul yaitu “Pancasila dan Radikalisme”. Disini beliau menjelaskan hubungan antara pancasila dengan radikalisme yang mana akan membuat ideologi para pemuda di indonesia ini berganti dari pancasila menjadi ideologi lain. Dan disini beliau juga menjelaskan bahwa pencegahan radikalisme ini harus dilakukan dari sejak anak-anak. Karena bisa jadi anak-anak sudah dimasukkan paham radikalisme sejak masih kecil. Oleh karena itu pencegahan radikalisme yang nantinya akan mengubah ideologi dari pemuda-pemuda yang ada di indonesia ini.

Acara ini berakhir tepat pada jam 12.00 WIB setelah sesi pertanyaan di tutup. Di dalam sesi pertanyaan ini dua siswa dari MAN Insan Cendekia Pekalongan mengajukan pertanyaan yang menyangkut masalah menangani radikalisme di dalam sekolah dan oraganisasi. dan ada pertanyaan yang berkaitan dengan masalah HAM dan hukum di negeri ini yang diajukan oleh salah satu siswa dari SMAN 1 Pekalongan. Dan setelah sesi pertanyaan dan acara di tutup kami sempat mewawancarai salah satu narasumber dan berfoto dengan moderator dan kedua narasumber. Setelah sesi foto kami kembali ke MAN Insan Cendekia Pekalongan dan akan mencegah siswa MAN Insan Cendekia Pekalongan tidak terjerumus kedalam radikalisme. (Rep/Ft: Rosyid)