Buku ini memberikan pembacaan baru tentang kekuasaan feminin, khususnya dalam tradisi dan konteks politik jawa. Melalui eksplorasi arketipe ibu, penulis menggambarkan bagaimana kuasa perempuan bukanlah sesuatu yang subordinat, melainkan sesuatu yang inheren dan signifikan, terutama dalam budaya yang menjunjung tinggi simbol keibuan
Kita bisa melihat dengan jelas-jasa Raden Ajeng Kartiniyang luar biasa agar perempuan bisa mengenyam pendidikan dengan mudah, bisa menduduki posisi penting dalam pekerjaan atau perusahaan, menjadi menteri, bahkan menjadi presiden. Buku ini hadir untuk membahas lebih lengkap tentang sosok Raden Ajeng Kartini.