Dia lah Mohammad Hatta, seorang nasionalis sejati, Bapak Bangsa, penyusun UUD 1945 dan Teks Proklamasi Kemerdekaan, serta Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia. Beliau juga seoang diplomat ulung, Bapak koperasi Indonesia, sert aseorang yang cinta damai. Satu lagi kualitas beliau yang jarang dijumpai dalam diri politisi lain, bahwa Mohammad Hatta adalah negarawan yang menulis. Buku ini akan …
Buku ini mengulas dengan cermat seputar riwayat hidup Imam Al-Ghazali, pemikiran filsafatnya, hingga kemampuannya yang sangat brilian untuk menumpas keraguan intelektualnya dan kemudian menguatkan spiritualnya.
Buku ini ditutup dengan refleksi dari K.H. Husein Muhammad mengenai persamaan serta perbedaan karakter antara Gus Dur, Gus Mus, dan dirinya sendiri. Esensi keseluruhan dari buku ini adalah mengajarkan masyarakat untuk senantiasa menghadapi ruwetnya zaman dengan hati yang lapang, toleran, dan "enteng-enteng saja" sebagaimana cara Gus Dur dan Gus Mus menjalani hidup mereka.
Buku ini Dimaksudkan untuk Memberikan Kemudahan dalam Memahami Sejarah Hidup Para Imam Madzhab, seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, dan Imam Ahmad bin Hambal.
Buku ini membahas tentang kehidupan Lao-tzu yang diselimuti misteri, risalah filosofisnya yang terkenal, Tao-te Ching, serta perbandingan pemikirannya dengan tokoh lain seperti Buddha dan Confucius
Buku ini sebuah karya non-fiksi sosial-politik yang membedah kegagalan ramalan Karl Marx tentang runtuhnya kapitalisme. Buku ini menjelaskan secara runtut bagaimana kaum elit penguasa berhasil mencegah revolusi buruh bukan dengan senjata, melainkan dengan menguasai pikiran dan budaya masyarakat.
Buku ini mengulas tentang karya historis yang menelusuri kisah kesetiaan, perjuangan, dan kesaksian orang-orang terdekat Soekarno. Buku ini mengungkap sisi humanis dan loyalitas tinggi pengawal fisik maupun nonfisik dalam melindungi Bung Karno, khususnya di masa-masa kritis, serta meluruskan sejarah.
Buku ini secara sistematis, mengisahkan perjalanan hidup Imam Muslim (nama lengkap: Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi). Lahir di Naisabur pada 206 H, beliau mendedikasikan hidupnya untuk mengumpulkan, menyeleksi, dan menulis kitab Shahih Muslim, salah satu rujukan hadits paling otentik di dunia Islam.
Kita hanya memiliki Pramoedya Ananta Toer. Setelah dia, tidak ada lagi. Karya-karyanya pilih tanding. Bahkan catatan, foto, atau video akan merasa takluk pada ketajaman pena Pram dalam menggambarkan latar ekhdupan era kolonial. Siapa pun yang ingin "merasakan" hidup pada masa penjajahan, bacalah karya Pram--da, sayangnya, ini adalah satu-satunya. Melalui buku ini, pembaca akan diperkenalkan sec…