Seorang gadis bernama Palestine, yang berusia 11 tahun, menjadi salah satu dari korban agresi militer Israel di Gaza pada tanggal 27 Desember 2008. Sebuah rudal telah menghancurkan rumah Palestine serta menewaskan Ibu dan dua saudaranya saat mereka berada di dalam rumah. Sedang Ayah Palestine telah memutuskan untuk menjadi seorang Hamas sebelum terjadi agresi Desember itu.
"Walau diriku diterjang oelh dahsyatnya angin badai kematian, namun kebenaran tetaplah kebenaran, di mana setiap keadilan membutuhkan penegak hukum yang jujur dan adil . Walau mungkin hanya diriku ternama, tapi... kematian selalu membayang tiap detik oleh mereka, yang ingin membunuhku dengan pedangnya. Dan, mereka selalu berkata, 'Apakah keadilan itu masih ada?"