Buku ini secara sistematis, mengisahkan perjalanan hidup Imam Muslim (nama lengkap: Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi). Lahir di Naisabur pada 206 H, beliau mendedikasikan hidupnya untuk mengumpulkan, menyeleksi, dan menulis kitab Shahih Muslim, salah satu rujukan hadits paling otentik di dunia Islam.
Buku ini ditutup dengan refleksi dari K.H. Husein Muhammad mengenai persamaan serta perbedaan karakter antara Gus Dur, Gus Mus, dan dirinya sendiri. Esensi keseluruhan dari buku ini adalah mengajarkan masyarakat untuk senantiasa menghadapi ruwetnya zaman dengan hati yang lapang, toleran, dan "enteng-enteng saja" sebagaimana cara Gus Dur dan Gus Mus menjalani hidup mereka.
Buku ini membahas kontribusi intelektual di bidang agama, filsafat, hingga kebudayaan Islam
Buku ini membahas kontribusi intelektual di bidang agama, filsafat, hingga kebudayaan Islam
Buku ini memuat rekaman perjalanan ziarah spiritual darei kuburan ke kuburan orang-orang saleh. Mereka adalah Ahlul Bait, Sahabat Nabi Saw, dan ulama-ulama yang ada di Mesir.
Buku ini sebuah karya non-fiksi sosial-politik yang membedah kegagalan ramalan Karl Marx tentang runtuhnya kapitalisme. Buku ini menjelaskan secara runtut bagaimana kaum elit penguasa berhasil mencegah revolusi buruh bukan dengan senjata, melainkan dengan menguasai pikiran dan budaya masyarakat.
Buku ini membahas tentang kehidupan Lao-tzu yang diselimuti misteri, risalah filosofisnya yang terkenal, Tao-te Ching, serta perbandingan pemikirannya dengan tokoh lain seperti Buddha dan Confucius
Dia lah Mohammad Hatta, seorang nasionalis sejati, Bapak Bangsa, penyusun UUD 1945 dan Teks Proklamasi Kemerdekaan, serta Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia. Beliau juga seoang diplomat ulung, Bapak koperasi Indonesia, sert aseorang yang cinta damai. Satu lagi kualitas beliau yang jarang dijumpai dalam diri politisi lain, bahwa Mohammad Hatta adalah negarawan yang menulis. Buku ini akan …