buku ini puisi-puisi perjalanan yang telah mengajarkan saya banyak hal tentang kehidupan. kehidupan yang dulu saya maknai rumit, nyatanya selepas melimat kehidupan anak-anak yang saya lahirkan, saya merasa bahwa kehidupan sering kali seperti permainan di tangan anak-anak kehidupan adlah ibu dan kalian anak-anakya.
Bangun tidur, ia langsung menghidupkan telepon genggam: mudah-mudahan ada pesan. Masih ngantuk. Masih ada kabut mimpi di matanya. Masih temaram. Sebenarnya apa perlunya pagi-pagi menyalakan telepon genggam? Paling-paling cuma dapat pesan ringan: "Bagimana tidurmu semalam? Tadi saya menunggu lama dikuburan."
"Seperti menakar aroma kopi, maka seorang percik harus tahu mana biji-biji kopi itu berasal, dari tanah atapa jenis kopi itu ditumbuhkan, lalu dengan cara apa ia harus memadukannya higga menjadi keajaiban dari secangkir kopi yang taka terlupakan; antara paduan cara mengaduk, dan sedikit tambahan gula --seluruh proses itu adalah misteri tersembunyi bagi para penikmat sejati. Kopi adalah puisi, P…