Buku ini mengulas latar belakang berdirinya Majapahit, era keemasan Raja Hayam Wuruk, hingga ambisi politik Mahapatih Gajah Mada dalam mewujudkan Sumpah Palapa. Konflik memuncak ketika rencana pernikahan diplomatik antara Hayam Wuruk dan Putri Dyah Pitaloka diubah sepihak oleh Gajah Mada menjadi tuntutan tunduk, memicu pertempuran asimetris di Lapangan Bubat yang menewaskan seluruh rombongan Ke…
Buku "Samudra Wahdatul Wujud" karya Muhammad Nur Jabir menegaskan bahwa kesatuan wujud adalah inti ajaran tasawuf dan puncak ketauhidan. Karya ini membela pandangan tersebut dari tuduhan syirik dengan argumen filosofis, menggunakan pendekatan tokoh seperti Ibnu 'Arabi dan Mulla Sadra.
Karya ini membahas konflik dua abad (1095–1291 M) antara Kristen Eropa dan Islam, mengungkap perpaduan antara motivasi agama, politik, dan ekonomi. Buku ini mendekomposisi mitos perang suci dengan menyoroti ambisi kekuasaan, perebutan harta, dan taktik militer tokoh seperti Salahuddin Al-Ayyubi.
Buku ini menyajikan rekaman kronologis utuh mengenai evolusi Jakarta yang bertransformasi dari pelabuhan tradisional menjadi metropolis global. Fokus utama buku ini adalah mengupas bagaimana identitas sebuah kota dibentuk oleh benturan kekuasaan, perdagangan, dan asimilasi budaya selama berabad-abad.
Buku ini merupakan kumpulan joke-joke yang berkaitan dengan beliau. humor ini dikumpulkan dan diolah dengna tujuan untuk mengenang sosok guru bangsa.
Buku ini ditutup dengan refleksi dari K.H. Husein Muhammad mengenai persamaan serta perbedaan karakter antara Gus Dur, Gus Mus, dan dirinya sendiri. Esensi keseluruhan dari buku ini adalah mengajarkan masyarakat untuk senantiasa menghadapi ruwetnya zaman dengan hati yang lapang, toleran, dan "enteng-enteng saja" sebagaimana cara Gus Dur dan Gus Mus menjalani hidup mereka.