buku ini mendokumentasikan sebuah kota yang dulu pernah berjaya dimasa lalu, pada zaman kerajaan, lalukejayaan itu runtuh ketika orang-orang atas angin atau eropa datang ke nusantara..
Puisi adalah wahana dialog antara diri sendiri dan momentum tentang perjalanan dari sebuah kehilangan hingga menemukan. Dan buku ini adalah sebuah gagagan yang bisa menjadi jembatan untuk mencapai apa saja yang bisa kita petik dari momen puitik yang melintas, terdengar, dan di renungi
buku ini adalah kumpulan puisi-puisi cinta yang ditulis oleh penyair untuk kekasihnya yang kin i telah tiada (Makkiyah). Puisi-Puisi yang dimuat bukan semata-mata elegi, melainkan juga madah sebagaiman tampak pada puisi-puisi fase awal. ada pujian, ada ratapan.