Cerpen-cerpen dalam buku ini berisi manusia-manusia yang bertahan dalam absurditas modernisme saat diri manusia begitu butuh pegangan yang kuat, namun di waktu yang sama, cara bertahan yang tersedia hanyalah dengan menjadi pragmatis.
Buku ini memberikan jawabannya secara detail dan komplet. Mulai dari nasab dan keluarganya, pendidikannya, metode dan usahanya dalam berdakwah, ajaran-ajarannya, karamahnya yang melegenda, dan sebagainy. Dilengkapi pula dengan dzikir dan doa khusus ziarah di makam Sunan Muria
Buku ini memberikan jawabannya secara detail dan komplet. Mulai dari nasab dan keluarganya, pendidikannya, metode dan usahanya dalam berdakwah, ajaran-ajarannya, karamahnya yang melegenda, dan sebagainy. Dilengkapi pula dengan dzikir dan doa khusus ziarah di makam Sunan Ampel.
Buku ini mengkover isu-isu sosial keagamaan kontemporer di Indonesia sejak dimualinya era reformasi hingga sekarang. Isu-isu tersebut dikupas dalam berbagai perspektif dan cara pandang sehingga memperkaya kita akan informasi, wacana, dan analisis mengenai gerakan radikalisme, terorisme dan Islamisme yang telah dan sedang melanda kita di "rumah besar Pancasila" yang plural dan damai ini
Buku ini mengisahkan tentang pencarian makna kebahagiaan sejati dan bagaimana seseorang mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian dengan tenang
Buku ini merangkum ekspedisi ilmiah selama delapan tahun di Nusantara yang menjadi dasar teori evolusi dan Garis Wallace. Isi buku mencakup dokumentasi keanekaragaman hayati, pengamatan geografi fauna, serta kajian antropologi budaya masyarakat lokal pada abad ke-19.
Buku ini merupakan catatan perjalanan abad ke-19 yang mendokumentasikan kekayaan alam dan budaya Jawa untuk masyarakat Barat. Buku ini mengulas detail geografi vulkanik, keramahan sosial, situs sejarah, dan seni tradisional yang membentuk identitas Pulau Jawa. Sebagai dokumen historis, karya ini menyajikan potret komprehensif keindahan dan peradaban Jawa pada zamannya.
Buku ini secara sistematis, mengisahkan perjalanan hidup Imam Muslim (nama lengkap: Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi). Lahir di Naisabur pada 206 H, beliau mendedikasikan hidupnya untuk mengumpulkan, menyeleksi, dan menulis kitab Shahih Muslim, salah satu rujukan hadits paling otentik di dunia Islam.
Dalam buku ini, pembaca akan diajak untuk menyusuri peristiwa-peristiwa oenting yang membrntuk perjalanan Kediri, dari kelahiran, masa keemasan, hingga kehancurannya. Jejak peninggalan Kediri masih dapat kita saksikan hingga kini, tidak hanya dalam prasasti dan candi, tetapi juga dalam narasi yang diwariskan kepada generasi berikutnya
Buku ini ditutup dengan refleksi dari K.H. Husein Muhammad mengenai persamaan serta perbedaan karakter antara Gus Dur, Gus Mus, dan dirinya sendiri. Esensi keseluruhan dari buku ini adalah mengajarkan masyarakat untuk senantiasa menghadapi ruwetnya zaman dengan hati yang lapang, toleran, dan "enteng-enteng saja" sebagaimana cara Gus Dur dan Gus Mus menjalani hidup mereka.