Buku Gajah Mada Jatuh Cinta; Sisi Lain Kehidupan Sang Mahapatih karya Gesta Bayuadhy menghadirkan sisi manusiawi sang panglima, mengungkap asal-usul, kisah cinta tragis, hingga tragedi Perang Bubat. Narasi ini mengubah citra kaku Gajah Mada menjadi sosok dengan ambisi dan kerapuhan emosional, memberikan perspektif intim mengenai kehidupan pribadinya.
Novel ini menceritakan perjalanan Abdur, seorang jurnalis yang harus menavigasi intrik ruang redaksi sambil meliput kasus pembunuhan misterius istri seorang perwira polisi. Di tengah persaingan media dan konflik politik di tempat kerja, Abdur berupaya mengungkap kebenaran di balik kasus pembunuhan tersebut yang penuh konspirasi, sembari menyelesaikan konflik asmara pribadinya dengan Inayah.
Buku ini adalah salah satu sumbangan berharga bagi pengembangan dan perkembangan tradisi berpikir logis dan kritis di Indonesia. Buku ini akan mengantar kawan-kawan mengenal logika bahasa yang sangat pokok dalam penalaran para ulama dan cendekiawan muslim klasik dalam berbagai bidang ilmu, seperti Kalam, Fiqh dan Ushul Fiqh.
Dan suatu malam, nelayan muda itu memanggilnya,dan berkata, "Putri Duyung Kecil, Putri Duyung Kecil, aku mencintaimu. Jadikan aku sebagai mempelai laki-laki karena aku mencintaimu." Namun Putri Duyung menggelengkan kepalanya. "Engkau memilki jiwa manusia ," jawabnya. "Jika saja engkau mengirimkan jiwamu, maka akan kucintai engkau."
Kita tidak sedang memperdebatkan, lebih dulu mana antara cinta dan pengetahuan. Bagi Erich Fromm yang sesunguhnya jauh hari sebelumnya sudah diungkap oleh Imam al-Ghazali di dalam Ihya' 'Ulumuddin, memang cinta selalu di didahului oleh pengetahuan sebab bagi mereka, "Tak kenal, maka tak sayang". Tetapi, bagi Rabi'ah al-Adawiyah kemudian Jalaluddin Rumi, cinta itu sendiri bisa menggiring manusia…
Buku ini memuat episode-episode lengkap hidup M. Natsir. M. Beliau tidak hanya mahir dalam adu argumen di media maupun di forum, tetapi juga sanggup melakukan pendekatan persuasif dengan kelompok-kelompok yang rentan melepaskan diri dari NKRI atau melakukan pemberontakan.
Novel ini berfokus pada perluasan kekuasaan Islam oleh Kesultanan Demak di wilayah bekas Kerajaan Majapahit, Jawa Timur. Kisah ini mengikuti perjuangan Tumenggung Arya Sancaka yang menghadapi berbagai rintangan berat dalam menjalankan tugasnya sebagai manggalayuda.
Novel ini menceritakan krisis eksistensial dan hilangnya kepolosan Nikolenka saat bertransisi dari masa anak-anak menuju kedewasaan. Dalam fase ini, ia mulai menyadari adanya kepalsuan sosial dan perbedaan kelas di lingkungan bangsawan Rusia, yang membuatnya merasa terasing, canggung, dan kesepian. Untuk mengatasi rasa terbuang dan pemberontakan batinnya, Nikolenka melarikan diri ke dalam dunia…
Buku ini mengajak pembaca menyelami hakikat kecemburuan Allah sebagai bentuk penjagaan-Nya atas hati manusia agar tidak berpaling dari cinta-Nya.
Buku ini merupakan kitab salaf nan masyhur sepanjang masa yang menyajikan 264 kalam hikmah, nasihat, pengingat, maupun penenteram bagi jiwa-jiwa beriman yang merindukan mahabbah, ridha, dan rahmat Allah Ta'ala.