Buku ini membahas kontribusi intelektual di bidang agama, filsafat, hingga kebudayaan Islam
Buku Kisah untuk Anak Cucu karya Abdul Wachid B.S. adalah kumpulan puisi yang berisi renungan mendalam tentang masa kecil penulis, perjalanan leluhur, tanah kelahiran, dan nilai-nilai kehidupan.
Buku ini hadir sebagai panduan praktis bagi para orang tua untuk menanamkan fondasi kejujuran yang kokoh kepada anak-anak. Lebih dari sekadar menjelaskan pentingnya kejujuran, buku ini akan membawa Anda melampaui teori dan masuk kedalam skenario kehidupan nyata. Melalui buku ini, Anda juga diajak menciptakan lingkungan rumah yang menghargai kejujuran dan strategi komunikasi yang efektif untuk b…
Buku ini merupakan panduan spiritual praktis yang mengompilasi ayat Al-Quran, hadis Nabi, serta hikmah sahabat, tabi'in, hingga sufi terkemuka untuk menata hati, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Buku ini membahas secara ringkas tentang pernag Aceh. Perang terlama dan termahal yang pernah dijalani oleh Belanda. Sekaligus sebagai alasan mengapa Belanda rela melakukan perang tersebut. Tekad rakyat Aceh dalam melawan Belanda terasa sangat kuat. Ada jug atentang pahlawan yang berperan selama peperangan.
Buku ini berisi kumpulan puisi.
Buku "Hari Libur Kebinasaan" karya Triyanto Triwikromo adalah kumpulan 17 cerita pendek yang menarasikan sisi kebinatangan, kekejaman, dan absurdisme dalam kehidupan manusia. Buku ini sering menyoroti tema kematian yang dirindukan, ketakutan akan keabadian, dan keputusasaan hidup, disajikan dengan gaya realisme magis khas Jawa yang kental.
Buku sejarah dan akidah para sahabat Nabi saw inimemilikimakna tersendiri dalam kajian Islam. Sejarah, termasuk riwayat para sahabat, selain mengandung unsur keteladanan (suwah hasanah), sebenarnya dapat menjadi landasan argumentasi dalam menjawab suatu masalah
Arsitektur Trauma yang Memahat Malam membuka lorong-lorong gelap yang dibangun dari ingatan, kesunyian, dan luka. Di setiap sudut, tergambar bagaimana rasa takut, kehilangan, dan kegagalan dipahat menjadi sesuatu yang tak selalu bisa dijelaskan, hanya bisa dirasakan. Tidak ada jalan pintas, hanya perjalanan sunyi yang menguji keberanian untuk menatap diri sendiri
Buku ini memilliki karakter yang berbeda dengan buku sebelumnya, Wayahe Ngopi 1. Buku ini lebih teoritik, bahkan akademik, meski di banyak bagiannya teruntai refleksi-refleksi mendalam sebagai jabaran dan keterangan elaboratif khas personal-penulis terhadap tokoh -tokoh tasawuf dan teori-teori yang sedang didedahkan