Dua bulan berlalu, ia menyadari bahwa cinta yang belum waktunya hanya membuat kekacauan dalam belajar, sehingga ia harus bekerja keras dalam belajar demi menguasai seluruh materi ujian nasional. Ia juga belajar untuk menempuh ujian masuk perguruan tinggi negeri dengan jalur beasiswa. Kegigihannya tak lain karena ia mengingat jerih payah ibu dan ayahnya yang telah meninggal.
Karena kegemarannya bermain komputer dan mengutak-atik program, Yusuf mulai jatuh dalam dunia cyber crime. Bahkan, ia harus melarikan diri dari kejaran Interpool hingga ke Turki. Tapi, saat berada di negara sekuler itu, Yusuf justru mendapat hidayah. Dia sudah bertaubat dan tidak lagi menggunakan keahliannya untuk perbuatan kriminal. Dia memutar haluan, memanfaatkan kemampuan hacking-nya untuk …