Buku ini Berisi Kajian Amaliyah yang Populer Di Indonesia seperti Tahlilan, fida'an, mauludan, manaqiban, dan lainnya. Juga Problematika Supranatural dan ASWAJA. Buku ini juga Dilengkapi dengan Referensi yang Valid, profile ulama yang bersangkutan, dan Ibarot yang diambil dari kitab aslinya.
Buku ini Berisi Pembahasan Mengenai Suatu Bab yang Berdasarkan Dalil Nash Al-Qur'an dan Hadits. Tidak Hanya itu Didalamnya juga Diselipkan Sejarah dan Hikmah yang Melatarbelakanginya, meski hanya disebutkan secara umum (ijmali) dan tidak secara terperinci (tafshili). Selain itu Buku ini juga Dilengkapi dengan Tanya Jawab yang Disampaikan Secara Singkat.
Buku Terjemah Fathul Mu'in jilid dua ini mengurai bab zakat, puasa, iktikaf, haji dan umrah, jual beli, wakalah, qiradh (hutang), rohn (gadai), ijarah (sewa-menyewa), ariyah (pinjam-meminjam), hibah, wakaf, ikrar (pengakuan), ghasab, wasiat, fara'idh, wadli'ah dan luqathah.
Buku ini membahas permasalahan waris yang mudah diikuti secara instan, ataupun untuk dikuasai oleh kalangan agamis maupun kalangan akademis. Uraian dan contoh dalam buku ini disajikan dari beberapa metode yang mudah, menarik, dan inovatif. Dengan bahasa yang segar, uraian yang sederhana, dan materi yang kompleks layak bagi mereka yang ingin mendalami ilmu faraid.
Ada Lima Rasul yang Termasuk dalam Ulul Azmi, Mereka Diantaranya Adalah: Nabi Nuh as, Nabi Ibrahim as, Nabi Musa as, Nabi Isa as, dan Nabi Muhammad SAW.rnKelima Rasul Tersebut Memiliki Teladan yang Luar Biasa. Sebagai Orang Islam, Beriman Kepada Nabi dan Rasul Merupakan Rukun Iman yang Keempat. Dengan Demikian Orang yang Beriman Kepada Rasul juga Beriman Kepada Allah SWT.
Buku ini berisi catatan tentang pengetahuan kita saat ini mengenai sejarah dan garis-garis besar sistem hukum Islam. rnHukum Islam memberikan kepada kita suatu contoh yang luar biasa tentang kemungkinan-kemungkinan pemikiran hukum dan pemikiran manusia secara umum, dan memberikan suatu kunci untuk memahami inti salah satu dari agama-agama besar dunia. Buku ini menaruh perhatian atas fenomena hu…
Dalam Buku ini Gus Mus Mengajak Kita Menggembala Ego, Mengendapkan Keakuan Supaya Kita Bisa Menjadi Manusia Sejati. Banyak Renungan Kehidupan yang Diwedor oleh Sang Kiai dalam Buku ini; Mulai Masalah Kebangsaan, Keagamaan, Politik, Hingga Diri Pribadi. Semuanya itu Hanya Berpangkal Satu Tujuan, Yakni Agar Kita Tidak Menjadi Manusia yang Linglung.