Buku ini berisi kumpulan puisi.
Buku ini memaparkan secara singkat, padat, dan bernas mazhab-mazhab pemikiran setelah terlebih dahulu memperkenalkan biografi Mulla Sadra. Kemudian memberikan pengantar secukupnya terhadap filsafat transendensi Mulla Sadra yang dikenal dengan al-hikmatul muta'alliyah (teosofi transenden).
Novel ini menceritakan kisah cinta Hanna dan Syauqi yang bertemu dalam ruang dengan pemikiran-pemikiran yang berbeda. Banyak kejadian yang kemudian membuat mereka saling jatiuh cinta.
Novel ini mengisahkan tentang cinta yang sangat perlu diperjuangkan. Namun, disaat yang sama, cinta yang terlalu besar justru akan membuat kita berbuat rakus dan bodoh.
Novel ini membawa nuansa keterasingan yang menjadi ciri khas manusia modern; sebuah keterasingan yang terasa begitu dekat sekaligus menempatkan tiap individu begitu jauh dengan orang lain dan terutama dengan dirinya sendiri.