Buku "Hari Libur Kebinasaan" karya Triyanto Triwikromo adalah kumpulan 17 cerita pendek yang menarasikan sisi kebinatangan, kekejaman, dan absurdisme dalam kehidupan manusia. Buku ini sering menyoroti tema kematian yang dirindukan, ketakutan akan keabadian, dan keputusasaan hidup, disajikan dengan gaya realisme magis khas Jawa yang kental.
Buku Pencuri dan Badut adalah kumpulan cerita karya Fyodor Dostoevsky (diterbitkan oleh penerbit Basabasi) yang mengeksplorasi sisi gelap psikologi manusia, konflik batin, dan dilema moral. Buku ini menyoroti tema kemiskinan, keangkuhan, dan kerumitan jiwa, yang sering kali digambarkan melalui penderitaan dan penyesalan mendalam para karakternya.
Buku ini adalah kumpulan cerita karya Leo Tolstoy yang berfokus pada tema moralitas, kebenaran, iman, dan pengampunan. Cerita utamanya sering mengisahkan tentang Ivan Aksionov, seorang saudagar yang difitnah dan dipenjara secara tidak adil di Siberia, namun menemukan kedamaian melalui iman dan memaafkan orang yang menjebaknya.
Buku ini berisi kumpulan cerpen yang merajut tema cinta dan kehidupan dengan sudut pandang unik dan penuh kejutan. Cerita utamanya menyoroti seorang gadis cantik yang tidak memiliki daun telinga kiri, mengeksplorasi penerimaan diri dan kesempurnaan dalam ketidaklengkapan. Buku ini juga menyajikan kisah-kisah yang menghangatkan hati dan membawa kebahagiaan bagi pembacanya.
Dan suatu malam, nelayan muda itu memanggilnya,dan berkata, "Putri Duyung Kecil, Putri Duyung Kecil, aku mencintaimu. Jadikan aku sebagai mempelai laki-laki karena aku mencintaimu." Namun Putri Duyung menggelengkan kepalanya. "Engkau memilki jiwa manusia ," jawabnya. "Jika saja engkau mengirimkan jiwamu, maka akan kucintai engkau."
Cerpen-cerpen dalam buku ini berisi manusia-manusia yang bertahan dalam absurditas modernisme saat diri manusia begitu butuh pegangan yang kuat, namun di waktu yang sama, cara bertahan yang tersedia hanyalah dengan menjadi pragmatis.
Buku ini merupakan antologi yang memuat sembilan cerpen yang menyoroti berbagai bentuk absurditas, ironi, serta kompleksitas psikologis dan interaksi sosial manusia. Judul buku ini diambil dari kisah yang mengeksplorasi kesalahpahaman sosial serta dinamika cinta yang ekstrem.
Dia mengeluhkan bahwa hubungan antara murid dan guru tidak lagi seperti yang terjadi di masa lalu; para murid tidak lagi memuja gurunya layaknya seorang dewa. Lalu ia akan mempertontonkan kekuasaannya atas kami, bagaikan seorang dewa sombong, meraung gemuruh; namun raungannya yang bercampur dengan begitu banyak kutukan membuat seorang pun tak menagnggapnya sebagai guntur....
Buku ini merupakan kumpulan cerpen tunggal kelima Bamby Cahyadi serta seratus persen fiksi, bukan buku materi seminar atau pelatihan di dunia restoran. Berisi 13 cerita pendek, daintaranya berjudul "Seminar Mengatasi Keluhan Pelanggan", "Akhir Hayat Novelis Bagus Sangsekerta", "Penulis dan Film Denzel Wahington", serta "Semoga Belum Telambat".