Al-Qur'an sebagai kitab petunjuk seharusnya tidak hanya dijadikan bacaan ritual semata, tetepai ia juga harus dipahami, dihayati, dinikmati, dan diamalkan. Akan tetapi, untukmemenuhi hal tersebut tidaklah mudah. Dibutuhkan pernagkat keilmuan yang memadai. Di sinilah nilai penting studi stilistika dalam pembacaan Al-Qur'an.
Buku ini berusaha mengungkap makna-makna Al-Qur'an yang vemerlang bak mutiara yang selalu bersinar jernih, melampaui batas-batas dimensi waktu dan tempat. Sebagai kitab petunjuk, kehadiran Al-Qur'an selalu dinantikan untuk dijadikan sumber dan pedoman dalam memecahkan segala problem kehidupa yang semakin kompleks.
Buku ini telah mampu menyederhanakan pembahasan sejumlah masalah pokok al-Qur'an, sehingga bagi siapa saja yang ingin mengetahui seluk beluk al-Qur'an, bisalah dianggap memadai. Namun demikian, masalah-masalah yang dikemukakan sungguh luas, dari soal penamaan al-Qur'an dan akar katanya sampai kepada daya mu'jizat (I'jaz) al-Qur'an serta I'jaz dalam irama al-Qur'an. Dengan membaca kitab ini kita…
Dalam buku ini, penulis berusaha menjelaskan tentang kemukjizatan Al-Qur'an tentang Astronomi dengan cara mengklasifikasikan dan menghimpun ayat-ayat Al-Qur'an sebagai rujukan utama dan hadits Nabi SAW, yang menjelaskan tentang penciptaan alam semesta, penyebarannya, penciptaan langit dan bumi, bintang dan galaksi, matahari dan bulan, termasuk garis peredaran planet-planet diluar angkasa.