"Humor dan kreativitas bagi ilmuwan, ibarat pupuk dan benih untuk para petani. Sama-sama merupakan keniscayaan. Kalau dunia yang diubah oleh ilmuwan melalui ide dan invensi yang kemudian masuk ke dalam kehidupan praktis berbentuk inovasi itu tidak dibumbui humor, maka kehidupan ilmuwan atau bahkan dunia itu sendiri akan kering kerontang. Karenanya, buku tipis ini akan menjadi serbuk mesiu yang …
Kalo kita ngerasain nasib lagi pada nyungsep atau emang pernah ngalamin kayak begitu, ketimbang bingung mikirin tuh nasib jadi agak puguh, mendingan kita beraniin punya impian yang kudu dikejar kayak tuh orang-orang. The Last Barongsai ngupas soal etnis, ras, apalagi ngajarin teknis maenin barongsay. Tapi, lebih nyodorin semangat ama perjuangan orang-orang yang demen punya impian atau cita-cita…
Awalnya, Charllotte Melati Neumuller—seorang gadis keturunan Jerman-Indonesia—adalah seorang feminis sejati. Begitu gigih ia membela kepentingan kaum perempuan. Ia menganggap bahwa agama, terutama Islam, telah melegitimasi perlakuan diskriminatif dan kekerasan terhadap kaum perempuan. Kehadiran Lale, sepupunya, di Berlin membawa dimensi baru bagi kehidupan Charllotte. Lale menjawab dengan …
Krisis keuangan yang dialami keluarga Wike, tak membuat gadis itu patah semangat. Bahkan dia tak malu menjadi pelayan di Warung Makan ‘Ayam Jumbo’, milik keluarga Retno, teman sekelasnya. Akan tetapi ketika rumah tempat tinggal mereka satu-satunya disita Bank akibat kredit macet yang dilakukan oleh Petir Senja, ayahnya, Wike shock berat! Akan tinggal dimana mereka sekarang? Di kolong jembat…
I was your home.. and I wish I will always be your home. Tapi aku tahu, untuk saat ini.. I’m no longer becoming your home.. Kirana Evalia selama ini hanya hidup bersama ibunya. Dalam hati, terpendam keinginan untuk bertemu dengan sang ayah. Hingga, ia menemukan buku harian tua mendiang ibunya. Di sana, tertulis nama sang ayah dan sebuah alamat di Belanda. Kira sempat…
“perpisahan bukan berarti memisahkan kita, tetapi perpisahan akan menghasilkan pertemuan. jadi, kita berpisah pada awalnya, tetapi pasti akan bertemu. entah itu dari hati kita masing-masing atau bertemu lewat kenangan-kenangan yang sudah kita lewati!” ― Nana Sastrawan, Cinta di Usia Muda
Pasha tak habis pikir, kenapa, Miss Oh Bete begitu membencinya? Sampai berani menyebar fitnah! Apalagi, sejak cerpennya dimuat di majalah remaja. Siapa, sih, Miss Oh Bete itu? Tentunya ada sejarah unik, sehingga dia menyandang nama aneh itu. Penasaran, kan? Selain itu, sebuah misteri memenuhi pikiran Pasha yang selama ini mengira mamanya telah meninggal. Mieko Masami adalah teka-teki baginya…
"Walau diriku diterjang oelh dahsyatnya angin badai kematian, namun kebenaran tetaplah kebenaran, di mana setiap keadilan membutuhkan penegak hukum yang jujur dan adil . Walau mungkin hanya diriku ternama, tapi... kematian selalu membayang tiap detik oleh mereka, yang ingin membunuhku dengan pedangnya. Dan, mereka selalu berkata, 'Apakah keadilan itu masih ada?"