Buku ini berisi sebelas cerpen Akutagawa Ryunosuke yangbisa dibilang penuh warna dan sarat dengan satir. Ia menampilkan kepiawaiannya dlam menceritakan kisah-kisah klasik dan peristiwa bersejarah dari sudut pandang modern, dengan tema-tema seperti egoisme manusia dan nilai seni yang berkembang di Jepang era modern.
Dalam kumpulan cerpen ini, pembaca akan dibawa menyimak berbagai cerita hantu, mulai dari yang berada di lokasi pemakaman, rumah-rumah tua, hingga tengah perkotaan sekalipun
Dengan gaya bahasa yang ringan dan lancar, cerpen-cerpen Satmoko mampu menyajikan berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya ke dunia cerita secara menarik dan memunculkan kesadaran reflektif pada pembaca
Osamu Dazai menulis Kitab Dongeng pada bulan-bulan terakhir Perang Pasifik. Dongeng tradisional yang menjadi landasan penceritaan ulang Dazai sudah dikenal anak-anak sekolah di Jepang, tetapi ini bukanlah buku anak-anak. Di tangan Dazai, karakter-karakter yang dikenal luas seperti lelaki tua sampai perempuan tua baik hati, rakun tanuki yang genit, gergasi Oni yang menakutkan, burung pipit yang …
Sebuah kumpulan cerita yang merupakan konstruksi teror dan ironi yang tidak biasa, padat, dan menakjubkan, akan membawa kita untuk mengetahui sesuatu tentang ketakutan dan hantu yang menghantui ke dalam relung tergelap dari pikiran manusia.
Ia merasa seperti kelinci abu-abu muda yang ditarik dari dalam topi panjang oleh pesulap berbaju setelan wol hitam. Sebelumnya, ia tersembunyi dalam gelap pekat lalu kupingnya terpegang lalu tubuhnya terangkat lalu ia dihujani cahaya. "B," kata lelaki itu. Namamu B." Saat itu, ia terlahir kembali
Seorang gadis bernama Palestine, yang berusia 11 tahun, menjadi salah satu dari korban agresi militer Israel di Gaza pada tanggal 27 Desember 2008. Sebuah rudal telah menghancurkan rumah Palestine serta menewaskan Ibu dan dua saudaranya saat mereka berada di dalam rumah. Sedang Ayah Palestine telah memutuskan untuk menjadi seorang Hamas sebelum terjadi agresi Desember itu.
Tuan dan Hamba adalah kisah perjalanan dari kehidupan menuju kematian, salah satu tema utama Tolstoy yang bertahan sejak Tiga Kematian (1859) dan seterusnya. Kisha ini penuh dengan simbol. Tanpa membuang waktu dalam mengembangkan kengerian yang berdenyut sepanjang cerita, segera setelah Brekhunov dan Nikita meninggalkan desa Kresty, Tolstoy langsung membongkar batas-batas antara alam kehidupan …