Buku ini memuat koleksi 200 bait puisi Rumi yang diambil dari Kitab Rubaiyat (puisi empat baris) dan disyarah (dijelaskan) oleh Kuswaidi Syafi’ie, yang menampilkan gagasan sufi tentang cinta sejati kepada Sang Pencipta.
Buku "Hari Libur Kebinasaan" karya Triyanto Triwikromo adalah kumpulan 17 cerita pendek yang menarasikan sisi kebinatangan, kekejaman, dan absurdisme dalam kehidupan manusia. Buku ini sering menyoroti tema kematian yang dirindukan, ketakutan akan keabadian, dan keputusasaan hidup, disajikan dengan gaya realisme magis khas Jawa yang kental.
Buku Kisah untuk Anak Cucu karya Abdul Wachid B.S. adalah kumpulan puisi yang berisi renungan mendalam tentang masa kecil penulis, perjalanan leluhur, tanah kelahiran, dan nilai-nilai kehidupan.
Dalam karya terakhir Kahlil Gibran ini, ia menangkap konflik yang terjadi di dalam setiap jiwa manusia, dengan berfokus pada tiga keinginnan yang saling bertentangan.
Buku "Hari Libur Kebinasaan" karya Triyanto Triwikromo adalah kumpulan 17 cerita pendek yang menarasikan sisi kebinatangan, kekejaman, dan absurdisme dalam kehidupan manusia. Buku ini sering menyoroti tema kematian yang dirindukan, ketakutan akan keabadian, dan keputusasaan hidup, disajikan dengan gaya realisme magis khas Jawa yang kental.
Buku Kisah untuk Anak Cucu karya Abdul Wachid B.S. adalah kumpulan puisi yang berisi renungan mendalam tentang masa kecil penulis, perjalanan leluhur, tanah kelahiran, dan nilai-nilai kehidupan.
Dalam karya terakhir Kahlil Gibran ini, ia menangkap konflik yang terjadi di dalam setiap jiwa manusia, dengan berfokus pada tiga keinginnan yang saling bertentangan.
Buku "Di Pasujudan Bonang" adalah sebuah novel sejarah religi karya Era Ari Astanto yang mengisahkan perjalanan spiritual Sunan Bonang dan muridnya, Wujil. Novel ini mengungkap kebijaksanaan mendalam sang Wali Songo dalam menyebarkan Islam serta sejarah terciptanya karya sastra Suluk Wujil.
Buku ini berisi kumpulan cerita pendek bertema maritim dengan latar kehidupan di Inggris.