1. Mengapa kita ditempatkan Allah di planet bumi? Mengapa setelah kakek dan nenek kita nyaman disurga, beliau diperintahkan turun ke bumi? Apa tujuan Allah menghadirkan kita? 2. Apa makna ibadah dan ragamnya yang dinyatakan Allah bahwa itu tujuan menciptakan jin dan manusia?. 3. Apa yang dimaksud dengan tujuan hidup dan apa pula hakikatnya? Buku ini menjawab pertanyaan yang sering k…
Buku ini menyajikan biografi para ulama nusantara.rnDimana perjuangan bangsa Indonesia sejak dulu kala mulai merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tidak lepas dari peran ulama. Sebagai panutan umat, ulama mempunyai peran strategis dalam membimbing dan mengarahkan umat agar senantiasa menjalani hidup dalam koridor nilai-nilai ke-ikkahi-an atau penjaga moral. Ulam juga menjadi pemimpin …
Buku ini Merupakan Terjemah, Sekaligus Penjelasan Kitab Al-Hikam. Dengan Membaca Buku ini, Seseorang Diharapkan akan Meningkat Maqam(Kedudukannya). Dari Maqam Islam naik Menuju Maqam Iman. Dari Maqam Iman Naik Menuju Maqam Ihsan. Hingga Akhirnya Ia akan Berhasil Mendapatkan Makrifat(Mengenal) Allah SWT.
Topik yang Dibicarakan dalam Buku ini Dibagi Menjadi Tiga Bagian Utama Yaitu: Pertama, mengenai dimensi tasyri' sunnah Nabi. Kedua, Mengenai sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan. Dan Ketiga, tentang sunnah sebagai peradaban.
Buku Terjemah Kitab Tak'lim al-Muta'allim ini daapt membantu para pelajar untuk lebih mudah memahami dan mengerti bagaimana cara menuntut ilmu yang benar, niat yang benar dalam mencari ilmu, memilih dan memilah ilmu, guru dan teman , cara memuliakan ilmu dan shohibul 'ilmi.
Buku ini berisi salinan ibarot-ibarot berkenaan dengan aturan syara' yang dilengkapi dengan sedikit keterangan supaya mudah dipahami. Buku ini juga menampilkan perbedaan-perbedaan pendapat ulama'(lintas madzhab) agar kita mengetahuinya dan tidak mudah menyalahkan orang lainy yang tidak sepaham dengan kita dalam masalah furu' atau fiqh.
Banyak orang yang keliru memahami hakikat tabarruk dengan Nabi Muhammad SAW, Jejak-jejak peninggalan beliau, keluarga dan para pewarisnya dari para ulama dan wali. Mereka menilai setiap orang yang melakukan tindakan syirik dan sesat, Hakikat dari tabrruk tidak lain adalah tawassul kepada Allah dengan obyek yang dijadikan tabarruk baik peninggalan, tempat atau orang.