Buku ini mempunyai 4 poin yang meliputi: asal-usul dan kelahiran dinasti, masa kejayaan, masa kemunduran, dan peninggalan-peninggalan bersejarah yang sampai saat ini masih terpelihara dengan baik.
Buku ini mengulas tentnga cae berdakwah sang ulama. dakwahnya yan g tak kesan menggurui, dengan bahasa yang sederhana dan diselipi dengan humor di sela-sela dakwahnya menjadi daya tarik tersendiri.
Buku ini mengulas dengan cermat seputar riwayat hidup Imam Al-Ghazali, pemikiran filsafatnya, hingga kemampuannya yang sangat brilian untuk menumpas keraguan intelektualnya dan kemudian menguatkan spiritualnya.
di dalam buku ini berisi sejarah lahir agama islam, kitab sucinya, sistem kepercayaannya, sekte-sektenya, praktik keagamaannya, hingga tempat sucinya.
Buku ini memuat kiat-kiat dalam menempuh jalan spiritual tingkat dasar sebagaimana judul yang diberikan Imam Ghazali sendiri, yaitu Bidayatul Hidayah (Permulaan Hidayah). Bak semesta hidayah, sebagaimana buku-buku beliau lain yang ditulis pasca uzlah, buku ini hadir dengan spirit menggabungkan dimensi "fikih" dan "tasawuf" yang dulu sempat tak akur karena dibawa oleh orang yang salah
Buku ini adalah kumpulan cerita sangat pendek (cerpen) yang memuat kisah-kisah spiritual dan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat desa di Madura. Buku ini mengemas ajaran tasawuf yang berat menjadi ringan, sederhana, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari
Buku "Samudra Wahdatul Wujud" karya Muhammad Nur Jabir menegaskan bahwa kesatuan wujud adalah inti ajaran tasawuf dan puncak ketauhidan. Karya ini membela pandangan tersebut dari tuduhan syirik dengan argumen filosofis, menggunakan pendekatan tokoh seperti Ibnu 'Arabi dan Mulla Sadra.