Buku ini ditutup dengan refleksi dari K.H. Husein Muhammad mengenai persamaan serta perbedaan karakter antara Gus Dur, Gus Mus, dan dirinya sendiri. Esensi keseluruhan dari buku ini adalah mengajarkan masyarakat untuk senantiasa menghadapi ruwetnya zaman dengan hati yang lapang, toleran, dan "enteng-enteng saja" sebagaimana cara Gus Dur dan Gus Mus menjalani hidup mereka.
Buku ini penting dibaca bagi masyarakat yang ingin mengetahui alur sejarah masuknya Islam ke Jawa, agar umat Islam mampu memaknai Islam dan Kejawaannya secara bersamaan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat Indonesia, khususnya jawa tdiak bernaggapan bahwa Islam harus berwajah Arab.
Buku ini merupakan buku pegangan dalam logika. buku ini menjawab pertanyaan lengkap sekaligus sederhana. buku ini juga mebahas mengenai teknik evaluari argumen, serta aplikasi lohika dalam berbagai konteks seperti diskusi, debat, dan analisis media.
Buku ini menyakikan uaraian secara khusus beberapa konteks yang berpengaruh besar dalam perjalanan kehidupan pangeran sambernyawa. antara lain perjanjian giyanti, yang membagi kesuktanan mataram menjadi dua kekuatanL perjanjian salatiga, yang menjadi dasar pendirian kadipaten Mangkunegara. Buku ini meliputi sejarah berdirinya kesultanan mataram serta suksesi para raja.
Buku in hadir bukan sekedar sebagai rangkaian catatan biografi tentangnya, melainkan refleksi atas semangat seorang pemimpin yang berani memilih jalan berbeda demi kebenaran dan martabat bangsanya.