Timur dan Barat berpilin, tak terceraikan lagi: Ini ditulis Goethe pada abad ke-19, hampir dua ratus tahun yang lalu. Dan, dalam Diwan Barat dan Timur Goethe telah membuktikan bahawa bagi dia sendiri kalimat itu tidak sekedar hiasan bibir, melainkan kenyataan dan keyakinan yang menjadi salah satu dasar dalam berkarya dan bertindak
buku ini mernagkum dan membahas semuanya, muai dari jenis profesi hingga tips jitu menghasilakn cuan. buat kamu yang ingin tajir di usia muda, bersiaplah segera. selalu asah skill-mu. mulailah berkarya dan bekerja.
Dalam karya terakhir Kahlil Gibran ini, ia menangkap konflik yang terjadi di dalam setiap jiwa manusia, dengan berfokus pada tiga keinginnan yang saling bertentangan.
Buku ini membahas kontribusi intelektual di bidang agama, filsafat, hingga kebudayaan Islam
Buku Kisah untuk Anak Cucu karya Abdul Wachid B.S. adalah kumpulan puisi yang berisi renungan mendalam tentang masa kecil penulis, perjalanan leluhur, tanah kelahiran, dan nilai-nilai kehidupan.
Buku ini hadir sebagai panduan praktis bagi para orang tua untuk menanamkan fondasi kejujuran yang kokoh kepada anak-anak. Lebih dari sekadar menjelaskan pentingnya kejujuran, buku ini akan membawa Anda melampaui teori dan masuk kedalam skenario kehidupan nyata. Melalui buku ini, Anda juga diajak menciptakan lingkungan rumah yang menghargai kejujuran dan strategi komunikasi yang efektif untuk b…
Buku ini merupakan panduan spiritual praktis yang mengompilasi ayat Al-Quran, hadis Nabi, serta hikmah sahabat, tabi'in, hingga sufi terkemuka untuk menata hati, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Buku ini membahas secara ringkas tentang pernag Aceh. Perang terlama dan termahal yang pernah dijalani oleh Belanda. Sekaligus sebagai alasan mengapa Belanda rela melakukan perang tersebut. Tekad rakyat Aceh dalam melawan Belanda terasa sangat kuat. Ada jug atentang pahlawan yang berperan selama peperangan.
Buku ini berisi kumpulan puisi.
Buku "Hari Libur Kebinasaan" karya Triyanto Triwikromo adalah kumpulan 17 cerita pendek yang menarasikan sisi kebinatangan, kekejaman, dan absurdisme dalam kehidupan manusia. Buku ini sering menyoroti tema kematian yang dirindukan, ketakutan akan keabadian, dan keputusasaan hidup, disajikan dengan gaya realisme magis khas Jawa yang kental.