Buku ini menyingkap rahasia batiniah dalam tafsir isyari. Karya ini memandu pembaca menyelami spiritualitas melalui petunjuk al-Qur'an dan hadits, serta menguraikan tahapan penting bagi seseorang dalam proses mengenal Allah SWT.
Buku ini mengkaji bagaimana gerakan Feminis Muslim menggeser orientasi tafsir. Buku ini meneliti pergeseran dari gerakan sosial menjadi ideologi gender, di mana Al-Qur'an dan Hadis terkadang digunakan sebagai alat justifikasi ideologi.
Al-Qur’an mempersembahkan lebih banyak gelar kehormatan kepada Yesus dibanding sosok-sosok masa silam lain. Ia sebuah “tanda dan bukti nyata”, simbol “kasih”, seorang “saksi” dan “teladan”. Ia dipanggil dengan nama dirinya, Yesus (Isa), memperoleh gelar Almasih (Kristus) dan Putra Maryam, dan juga disebut sebagai seorang Rasul/Utusan Allah, Nabi, Hamba, Kalimah dan Ruh Kudus. …
Jawa Tempo Dulu: Sejumput Catatan Sejarah adalah memoar perjalanan Henry Scott Boys yang merekam kekaguman dan analisis kritis terhadap bentang alam, sosial, dan sistem pemerintahan kolonial di Jawa pada tahun 1889. Buku ini menyajikan pandangan mendalam dari perspektif pejabat kolonial Inggris, menyoroti keindahan alam serta dinamika kehidupan sosial-politik masyarakat pribumi.
Buku ini hadir tidak hanya menceritakan konflik fisik antara pasukan Pangeran Diponegoro dan tentara kolonial, tetapi juga menyelami strategi, semangat perjuangan, serta upaya penjajahan yang memecah belah kekuatan lokal. Melalui buku ini, pembaca diajak untuk mengenal lebih dekat latar belakang, tahapan, tokoh-tokoh, hingga dampak yang dihasilkan dari perang tersebut.
Buku ini tidak hanya sekedar menjelaskan kronologi perang Padri, melainkan juga perkembangan Islam dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat Minangkabau sebelum dan sesudah perang.
Novel ini menceritakan tentang pelayaran Kapten Ahab yang terobsesi membalas dendam pada Moby Dick, seekor paus sperma putih raksasa. Paus tersebut pernah menyerang dan memakan kaki Ahab pada pelayaran sebelumnya.
Novel ini mengisahkan tentang kepahlawanan dan tragedi kehidupan kaum Cossack Ukraina yang berjuang melawan persemakmuran Polandia pada abad ke-16 dan ke-17.
Buku ini merupakan bentuk novel terbaru pada abadnya menampilkan eksistensialisme sebagai sentral. Salah satu karakter palimh luar biasa dalam sastra, narator yang tidka disebutkan namanya dalam buku ini adalah seorang mantan pegawai yang dengan tegas menarik diri ke dalam kehidupan bawah tanah.
Buku pengembangan diri klasik yang mengajarkan bahwa watak adalah takdir. Buku ini menegaskan bahwa pikiran dan perbuatan kitalah yang secara mutlak membentuk nasib, sehingga manusia memiliki kekuatan penuh untuk menjadi tuan atas kehidupannya sendiri.