Novel ini mengangkat persoalan yang memang pelik dan sangat berani, kisahnya juga unik.
buku ini menceritakan seorang lelaki yang berusaha menghindari pertemuannny adengan mantan kekashnya selama 20 tahun. tapi ada sesuatu yang mengganjal di perasannya, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menemui mantan kekasihnya. apakah ternyata ia masih memendam rasa cinta atau hanya sekedar ilusi perasaan belaka?
Seorang detektif swasta, Hanna, menyelidiki kasus permapokan terhadap para pejabat bersama kekasihnya, Kinno. Salah satu petunjuk mengarahkan kecurigaan mereka kepada komplotan perampok yang menjuluki diri sebagai Bangsat: begal sayang rakyat. Siapa atau apakah sebetulnya Bangsat? Atas dasar apa Bangsat dibuat? Tak ada jejak apa pun yang bisa dijadikan petunjuk.
Bangun tidur, ia langsung menghidupkan telepon genggam: mudah-mudahan ada pesan. Masih ngantuk. Masih ada kabut mimpi di matanya. Masih temaram. Sebenarnya apa perlunya pagi-pagi menyalakan telepon genggam? Paling-paling cuma dapat pesan ringan: "Bagimana tidurmu semalam? Tadi saya menunggu lama dikuburan."
"Seperti menakar aroma kopi, maka seorang percik harus tahu mana biji-biji kopi itu berasal, dari tanah atapa jenis kopi itu ditumbuhkan, lalu dengan cara apa ia harus memadukannya higga menjadi keajaiban dari secangkir kopi yang taka terlupakan; antara paduan cara mengaduk, dan sedikit tambahan gula --seluruh proses itu adalah misteri tersembunyi bagi para penikmat sejati. Kopi adalah puisi, P…