Mulbul, seorang lelaki yang kurang akal, tinggal bersama dua kakaknya didesa cikuya. sebagaimana umumnya warga desa yang berjibaku dengan kemiskinan, mulbul bukanlah sebuah pengecualian. ia telah menderita sejak hari pertama dilahirkan, dan terus menghadapi penderitaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Esai-esai ini dikumpulkan dalam kehendak radikal, susan sontang memperluas penyelidikannya yang dimulai dalam buku Against Interpretation. koleksi ini menampilkan esai tentang seni, sastra, film, dan politik yang diyakini sebagai salah satu contoh terbaik dari pemikiran kritis modern.
buku in berisi tentang seorang penyair terkenal di dunia, yang menafsirkan kembali warisan yang kaya dan kuno. dia peneliti kembali tradisi lisan puisi arab pra-islam, serta hubngan antara puisi arab dan Al-Qur'an, secara lebih luas. dia juga menilai tantangan modernisme dan dampak budaya barat pada tradisi perpuisian arab.