Buku ini ditutup dengan refleksi dari K.H. Husein Muhammad mengenai persamaan serta perbedaan karakter antara Gus Dur, Gus Mus, dan dirinya sendiri. Esensi keseluruhan dari buku ini adalah mengajarkan masyarakat untuk senantiasa menghadapi ruwetnya zaman dengan hati yang lapang, toleran, dan "enteng-enteng saja" sebagaimana cara Gus Dur dan Gus Mus menjalani hidup mereka.
"Problematika Krisis Spiritual Manusia Kontemporer" ini membahas krisis ekologi dan kehancuran alam sebagai manifestasi krisis rohani manusia modern akibat hilangnya kesadaran akan kesucian alam. Buku ini menganalisis akar sejarah krisis tersebut dalam sains modern dan menawarkan solusi melalui pendekatan metafisika tradisional serta integrasi nilai spiritual dan etika.
Buku Being and Existence: Ada dan Eksistensi dalam Pandangan karya Alparslan Acikgenc membahas dialektika ontologi dengan mempertemukan dua tradisi besar: filsafat eksistensialisme Barat modern (Martin Heidegger) dan filsafat Islam (Mulla Sadra). Buku ini mengupas hakikat terdalam manusia sebagai entitas yang sadar akan keberadaannya.
Buku ini mengutaikan secara jelas tentang bid'ah, kajian hadits Kullu bid'atin dlolalah dan studi kasus bid'ah khasanah yang meliputi: Bid'ah dizaman nabi, Bid'ah pasca sahabat, Bid'ah dizaman sahabat, dan Bid'ah pada masa kontemporer (kekinian).