Puisi-puisi dalam kumpulan Belajar Minum Susu ini merupakan karya pilihan yang ditulis dalam rentang waktu 2020-2025.
Buku ini merupakan catatan perjalanan abad ke-19 yang mendokumentasikan kekayaan alam dan budaya Jawa untuk masyarakat Barat. Buku ini mengulas detail geografi vulkanik, keramahan sosial, situs sejarah, dan seni tradisional yang membentuk identitas Pulau Jawa. Sebagai dokumen historis, karya ini menyajikan potret komprehensif keindahan dan peradaban Jawa pada zamannya.
Buku ini berfungsi sebagai pemandu bagi siapapun yang ingin mengubah hidup dan meraih potensi yang lebih tinggi. buku ini juga secara keseluruhan menjelaskan bahwa kemakmuran, kebahagiaan, dan kegagalan hidup seseorang sepenuhnya ditentukan oleh dunia batin (pikiran) mereka sendiri, bukan oleh faktor eksternal. Allen menegaskan bahwa penderitaan dan kemiskinan adalah hasil dari pikiran yang tid…
Buku ini menyoroti pergulatan mental, kecanduan, utang, dan keputusasaan Dazai, sekaligus menyajikan kejujuran yang mentah tentang pemberontakannya terhadap norma sosial. Buku ini bukanlah sekadar fiksi, melainkan serangkaian refleksi pribadi, esai, dan cerita pendek di mana Dazai menceritakan perjalanan hidupnya sendiri. Di dalamnya, pembaca diajak mengikuti lika-liku kehidupannya yang bergejo…
Buku "Hari Libur Kebinasaan" karya Triyanto Triwikromo adalah kumpulan 17 cerita pendek yang menarasikan sisi kebinatangan, kekejaman, dan absurdisme dalam kehidupan manusia. Buku ini sering menyoroti tema kematian yang dirindukan, ketakutan akan keabadian, dan keputusasaan hidup, disajikan dengan gaya realisme magis khas Jawa yang kental.
Buku "Hari Libur Kebinasaan" karya Triyanto Triwikromo adalah kumpulan 17 cerita pendek yang menarasikan sisi kebinatangan, kekejaman, dan absurdisme dalam kehidupan manusia. Buku ini sering menyoroti tema kematian yang dirindukan, ketakutan akan keabadian, dan keputusasaan hidup, disajikan dengan gaya realisme magis khas Jawa yang kental.
Buku "Di Pasujudan Bonang" adalah sebuah novel sejarah religi karya Era Ari Astanto yang mengisahkan perjalanan spiritual Sunan Bonang dan muridnya, Wujil. Novel ini mengungkap kebijaksanaan mendalam sang Wali Songo dalam menyebarkan Islam serta sejarah terciptanya karya sastra Suluk Wujil.
Buku ini berargumen bahwa akulturasi budaya India ke Jawa terjadi secara damai melalui adopsi selektif dan modifikasi lokal, bukan penjajahan. Analisisnya mencakup peranan local genius dalam membentuk kebudayaan unik serta hubungan antarwilayah yang dinamis di masa lalu.
Buku ini sebuah karya non-fiksi sosial-politik yang membedah kegagalan ramalan Karl Marx tentang runtuhnya kapitalisme. Buku ini menjelaskan secara runtut bagaimana kaum elit penguasa berhasil mencegah revolusi buruh bukan dengan senjata, melainkan dengan menguasai pikiran dan budaya masyarakat.