Buku "Samudra Wahdatul Wujud" karya Muhammad Nur Jabir menegaskan bahwa kesatuan wujud adalah inti ajaran tasawuf dan puncak ketauhidan. Karya ini membela pandangan tersebut dari tuduhan syirik dengan argumen filosofis, menggunakan pendekatan tokoh seperti Ibnu 'Arabi dan Mulla Sadra.
Buku in berisi tentang karya Jalaluddin Rumi yang mempesona, berisi kumpulan puisi filosofis tentang perjalanan spiritual manusia untuk kembali kepada Tuhan. Mahakarya ini sering disebut "Al-Qur'an dalam bahasa Persia" karena kandungan maknanya yang sarat akan kebijaksanaan ketuhanan, cinta sejati, dan hakikat kehidupan.