Buku ini ditutup dengan refleksi dari K.H. Husein Muhammad mengenai persamaan serta perbedaan karakter antara Gus Dur, Gus Mus, dan dirinya sendiri. Esensi keseluruhan dari buku ini adalah mengajarkan masyarakat untuk senantiasa menghadapi ruwetnya zaman dengan hati yang lapang, toleran, dan "enteng-enteng saja" sebagaimana cara Gus Dur dan Gus Mus menjalani hidup mereka.
Buku ini Merefleksikan Kembali Pemahaman Islam Kita dengan Berdasar Kepada Sumber-sumber Autentiknya dan Beriring dengan Dinamika Keilmuan yang Terus Bergerak Maju dan Realitas Kehidupan yang Semakin Kompleks. Kita Dituntut Secara Epistimologis untuk Menyalakan Berislam Secara Cerdas SEkaligus Mencerahkan. Yang Salah Satu Arah Besarnya Ialah dengan Memperlakukan Orang Lain Sebagaimana Kita Ingi…
buku ini memuat kisah-kisah teladan dan kearifan para pemimpin zaman dahulu. mulai dari nabi muhmmad SAW, generasi sahabat, hingga generasi terkemudian.