Buku ini mengkaji bagaimana gerakan Feminis Muslim menggeser orientasi tafsir. Buku ini meneliti pergeseran dari gerakan sosial menjadi ideologi gender, di mana Al-Qur'an dan Hadis terkadang digunakan sebagai alat justifikasi ideologi.
Buku ini menganalisis secara kritis-apresiatif argumen para pemikir muslim yang tergabung dalam pemikiran Islam eksklusif, inklusif, dan pluralis di Indonesia tentang esensi Islam dan sikap Al-Qur'an terhadap penganut Yahudi dan Nasrani.
Buku ini ini menjabarkan makna 'Islam Pribumi' yang digagas oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hasil pemikiran ini menjadi salah satu cabang dari disiplin ilmu 'Islam dan Budaya Lokal' yang diajarkan di kampus-kampus. Penulis mendeksripsikan pemikiran Gus Dur secara lugas dan mudah dicerna dalam buku ini.
Buku ini mengurai biografi sang pembaru dari Makassar, Syaikh Yusuf al-Makassari, yang mencetuskan wahdstusy syuhud, konsep sufisme jalan tengah antara tasawuf falsafi dengan tasawuf sunni dengan perjalanan yang cukup fantastis dimulai dari Makassar, Timur Tengah, Banten, Sri Lanka, dan Afrika Selatan. Selain itu, buku ini juga menjabarkan konsep dari tasawuf wahdstusy syuhud yang dipengaruhi …