Buku ini merupakan kumpulan esai yang mengkaji persoalan perenial (abadi) agama dengan bergerak bebas di antara batasan filsafat dan teologi. Inti dari buku ini menegaskan bahwa agama tidak hanya terbatas pada doktrin atau pemikiran kognitif semata, melainkan sebuah totalitas yang melibatkan tindakan nyata dan pengalaman hidup.
Buku ini berisi kritik terhadap teori budaya Nietzsche yang menganjurkan paradigma alternatif yang memungkinkan pembelaan humaniora atas gempuran kaum Nietzschean seperti Jacques Derride dan Leo Strauss