Pekalongan (ICP)- MAN IC Pekalongan menjadi pilot project Progam Sistem Kredit Semester (SKS) bagi madrasah di Provinsi Jateng Tahun 2019. Untuk itu MAN IC Pekalongan melakukan pelatihan Program SKS pada 6 Desember 2019 di Hotel Dafam, Pekalongan.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Drs H. Saifulloh, M.Ag, didampingi Kepala Seksi Penma Kota Pekalongan Drs. H Irwan Abas, Kepala MAN Insan Cendekia Pekalongan yang diwakili wakil bidang kesiswaan Panca Imam G., S, Pd., narasumber utama Drs. Slamet Riyadi, M. Pd. dan dihadiri oleh seluruh guru MAN Insan Cendekia Pekalongan, Jumat (6/12/2019).

Kepala Bidang Penmad Kanwil Kemenag Jateng, Drs. H. A. Saifulloh, M.Ag menyebutkan, dengan menggunakan SKS merupakan naskah pendukung implementasi Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Dirjen Pendis Kemenag RI. Dikembangkan dalam rangka untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

“Penguatan K13 dengan Program SKS merupakan strategi pembelajaran mandiri yang membantu peserta didik mencapai ketuntasan belajar. Dengan system ini akan terlihat kemampuan yang dimilki oleh siswa, dengan bimbingan para guru. Untuk mencapai hal tersebut tentu terlebih dahulu dilakukan penguatan guru- guru, seperti yang dilakukan oleh MAN IC Pekalongan dan kali ini dengan pelatihan Program SKS bagi guru- guru madrasah. Maka dari itu kita nobatkan MAN Insan Cendekia Pekalongan sebagai pilot project pelaksana Program SKS untuk Provinsi Jawa Tengah, sehingga madrasah- madrasah lain khususnya yang setara dapat mengembangkan program SKS ini dengan merujuk ke MAN Insan Cendekia ini,” ungkapnya dan berharap agar program SKS ini dapat dikembangkan di madrasah yang ada di Jateng, sehingga keberadaan madrasah semakin hebat dan bermartabat.

Pengawas Madrasah, Bapak Handi Yani usai acara menyebutkan, beban belajar dengan ditentukan jumlah SKS hendaknya dilaksanakan serius oleh para guru, karena program tersebut sangat tergantung dari kemampuan siswa dalam menyelesaikan KD.

“Sistem SKS ini hampir sama dengan sistem akselerasi. Yaitu menekankan pada ruang individualisasi pada siswa. Jadi anak bisa diurus dan dibimbing sesuai kemampuannya. Untuk itu para guru hendaknya benar- benar menjiwai dan menguasai hal ini, apalagi MAN IC sebagai percontohan untuk program SKS maka secara kualitas harus mempersiapkan diri karena hasil dari program ini akan melahirkan pendidikan dan peserta didik yang berkarakter yang akan membawa madrasah kita lebih baik,” ungkapnya.

Narasumber utama kegiatan dari Ketua asiosia SKS Jawa Timur, Drs. Slamet Riyadi, M. Pd, mengatakan, SKS adalah sebuah system yang menuntut siswa menyelesaikan studi lebih cepat, jika berhasil maka siswa dapat meyelesaikan pendidikan Aliyah atau SMA nya hanya dalam waktu 2 tahun.

“Materi yang kita sampaikan adalah terkait dengan konsep SKS yang merupakan salah satu bentuk layanan belajar sesuai dengan bakat, minat dan kecepatannya. Dimana pencapaian tersebut peserta didik bisa menyelesaikan materi belajarnya dalam waktu 2 tahun, 3 tahun, maksimal 4 tahun dengan diindikasi penyelesaian KD. Dengan pencapaian itu siswa akan berkolaborasi, berkreasi, berdiskusi anar teman, untuk mencapai kompetensi  sesuai dengan kompetensi dasar yang akan diujikan pada setiap semester. Untuk itu, ini kesempatan siswa untuk mengembangkan dirinya menjadi insan yang utuh sesuai dengan abad 21, sangat tepat dengan program ini,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN Insan Cendekia Pekalongan, Moch. Rosyid, M Pd. I., mengatakan, program SKS MAN Insan Cendekia Pekalongan merupakan program penyempuranaan SKS MAN Insan Cendekia, Kegiatan diikuti oleh 35 peserta dari guru- guru MAN Insan Cendekia Pekalongan.

“Alhamdulillah hari ini telah berlangsung pembukaan kegiatan Pelatihan Program SKS di MAN Insan Cendekia Pekalongan. Terimakasih kepada Pak Kabid yang telah menetapkan MAN Insan Cendekia Pekalongan sebagai percontohan SKS di Provinsi Jawa Tengah. Dengan narasumber nasional, pada semester depan kita sudah terapkan di MAN Insan Cendekia Pekalongan melalui penguatan implemenatasi SKS,” ungkapnya dan berharap program tersebut sudah dapat berjalan pada semester depan secara maksimal. (Er/Sim)